CORONA VIRUS MENGURANGI UMUR ANGKA KEMATIA BAGI DEMI BANYAK,

Corona Virus Mengurangi Umur dan angka Kematian bagi Banyak Orang

VOICE FOR MANY PEOPLE, π‘«π’‚π’Žπ’‚π’Š 𝑰𝒕𝒖 𝑰𝒏𝒅𝒂𝒉” NAVIGASI Lanjut ke konten Virus Corona Memperpanjang Umur dan Mengurangi Angka Kematian Bagi semua orang Posted on 3 juli 2020 Pribadi [blog Voice For Many People] uwayina Egeida

PENULIS : UWAYINA EGEIDA

Pendahuluan.

Virus Corona atau ( Covid 19 ) yang sangat ganas dan banyak memakan korban jiwa hingga ribuan orang meninggal dunia dan puluhan ribu lainnya terinfeksi ini awal mulanya muncul di propinsi Wuhan – China. Virus ini mudah sekali menyebar pada manusia melalui orang lain, pada awal mengetahui virus ini Komisi Kesehatan Nasional China mengkonfirmasi virus Corona dapat ditularkan dari manusia ke manusia Yang lain yaitu melalui mereka yang sudah terinfeksi positif virus Corona kepada manusia yang lain. Bahkan virus itu bisa saja menempel di salah satu tempat dekat pasien corona. Virus ini pertama kali muncul di Wuhan, salah satu kota di China. Pada awalnya muncul Virus ini Simpang siur kabar soal sumber kemunculan virus ini, mulai dari makanan hingga hewan-hewan unggas. Hal ini dikarenakan belum adanya informasi jelas soal asal mula kemunculan virus tersebut. virus corona ramai diketahui banyak orang, dan ada seorang dokter yang bernama Li Wenliang telah memberikan informasi soal kemunculan virus tersebut. Dia memberikan pesan yang mengejutkan di grup alumni sekolah kedokterannya melalui aplikasi pesan singkat yang populer di China, Pesan singkat dr. Li adalah β€œTujuh pasien dari pasar makanan laut lokal telah didiagnosis menderita penyakit mirip SARS dan dikarantina di rumah sakitnya,” tulisnya. Li menjelaskan menurut sebuah tes yang telah dilihatnya penyakit itu adalah virus corona, yang ternyata satu keluarga dengan virus sindrom pernapasan akut (SARS).”Saya hanya ingin mengingatkan kepada teman-teman tim scaffollder Mill Cknst agar berhati-hati,” kata Li. Li adalah seorang dokter berusia 34 tahun yang bekerja di Wuhan, kota yang menjadbaran virus Corona. Wabah virus Corona masih terus menghantui sejumlah negara di dunia. Tak terkecuali Indonesia. Jika sebelumnya Indonesia menjadi salah satu negara yang belum terinfeksi, kini Tanah Air sudah mengonfirmasi kasus pertamanya.Tidak tanggung-tanggung, pasien yang terinfeksi virus corona, Masyarakat perlu hati-hati dan menjaga kesehatan. Namun, masih banyak warga Indonesia yang mempertanyakan bagaimana Virus Corona bisa masuk ke Indonesia. Pada tanggal 14 Februari 2020, pasien terinfeksi virus corona berdansa dengan WNA Jepang. Pasien berusia 31 tahun ini memang bekerja sebagai guru dansa dan WNA asal Jepang ini juga merupakan teman dekatnya negara mereka. Selang dua hari, yakni 16 Februari 2020 pasien terkena sakit batuk. Pasien kemudian melakukan pemeriksaan di rumah sakit terdekat. Namun, saat itu pasien langsung dibolehkan untuk rawat jalan atau kembali ke rumah. Namun, sakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh. Hingga pada 26 Februari 2020, pasien dirujuk ke rumah sakit dan diminta untuk menjalani rawat inap. Pada saat inilah, batuk yang diderita pasien mulai disertai sesak napas. Pada 28 Februari 2020, pasien mendapatkan telepon dari temannya yang di Malaysia. Dalam sambungan telepon tersebut, pasien mendapatkan informasi jika WNA Jepang yang merupakan temannya itu positif terinfeksi virus corona. β€œKemudian pasien tersebut memberi tahu perawat rumah sakit,” jelas ( Menteri Kesehatan RI dr. Terawan ). Dan saat ini pemerintah Indonesia menerapkan peraturan New normal di beberapa provinsi termasuk di propinsi Papua. New normal dilakukan sebagai upaya kesiapan untuk beraktivitas di luar rumah seoptimal mungkin, sehingga dapat beradaptasi dalam menjalani perubahan perilaku yang baru. Perubahan pola hidup ini dibarengi dengan menjalani protokol kesehatan sebagai pencegahan penyebaran dan penularan Covid 19.

Pembahasan Virus Corona ( Covid 19 ) adalah salah satu penyakit yang sangat mematikan dan membahayakan kehidupan manusia bahkan virus ini sangat ganas untuk memakan korban jiwa hingga puluhan ribuan orang meninggal dunia dan puluhan ribu lainnya terinfeksi, Virus Corona ( covid 19 ) tidak memandang status orang di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia dan west Papua, dalam beberapa bulan pertengahan tahun ini ribuan orang meninggal dunia karena terpapar oleh Virus Corona (Covid 19), Namun pengamatan kami terbalik untuk Provinsi Papua terlebih khusus terhadap masyarakat Orang Asli Papua ( OAP ) yang hidup di tanah air mereka sebagaimana diketahui bahwa sebelum wabah Virus Corona ( Covid 19 ) tiba di tanah Papua mobil ambulance setiap hari bunyikan sirenenya di sepanjang jalan membawa jenazah hampir sehari lebih dari satu orang dan rata-rata mayoritasnya adalah orang asli Papua ( OAP ), baik dari rumah sakit maupun dijalan raya karena kecelakaan/ tabrak lari. Angka kematian merayalela di tanah Papua ambulance yang Hari hari bunyi tanpa henti hentinya justru semakin berkurang, status Orang Asli Papua di medsos tentang berita duka atau berita kematian orang Papua kini jarang terdengar dan semakin berkurang, dan angka kecelakaan di jalan raya mulai berkurang entahlah kenapa.. !! Dengan situasi dan kondisi yang sedang terjadi saat ini Orang Asli Papua bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian yang terjadi antara sebelum wabah virus Corona dan setelah Wabah virus Corona ini ada di Tanah PAPUA, katanya Untuk itu sangat berharap kepada Pemerintah Daerah baik Provinsi maupun Kabupaten /Kota se-Provinsi PAPUA ( Bapak Gubernur PAPUA dan Para Bupati se-Provinsi PAPUA serta Para Wakil Rakyat se Provinsi Papua ) selaku mengambil kebijakan dan keputusan di tanah ini, perlu satukan Visi dan misi untuk mengambil suatu kebijakan demi untuk menyelamatkan sisa Orang di tanah ini. dari yang tersisa yang sedang hidup di atas tanah leluhur nenek moyang mereka di TANAH PAPUA ini.

WAYINA EGEIDA.)

Akan tetapi saat ini pemerintah Indonesia telah menerapkan peraturan new normal sebagai upaya kesiapan untuk beraktivitas di luar rumah seoptimal mungkin, sehingga dapat beradaptasi dalam menjalani perubahan perilaku yang baru. Perubahan pola hidup ini dibarengi dengan menjalani protokol kesehatan sebagai pencegahan penyebaran dan penularan COVID-19, walaupun virus Corona belum berakhir secara total tetapi pemerintah Indonesia menerapkan peraturan new normal agar masyarakat dapat melaksanakan aktivitas dengan leluasa, ini yang sangat membahayakan kesehatan dan keselamatan nyawa orang asli Papua, karena pengalaman hidup saat sebelum ada virus Corona orang asli Papua meninggal sia-sia. Berlaskan Jadikan virus corona tentunya Orang asli Papua meninggal bukan karena, sakit penyakit, bukan karena kelaparan, bukan pula karena kesehatan yang tidak sehat, tetapi orang Papua meninggal karena sistem pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat orang asli Papua yang sangat buruk sekarang sudah kembali pada new normal maka, atas kondisi dan situasi ini saya sarankan kepada pemerintah daerah terlebih khusus kepada Bapak Gubernur PAPUA dan Bupati dan Wali kota se- Tanah PAPUA untuk dapat melihat dan mengamati situasi ini dan menerima saran dan masukan Rakyat kecil seperti ini; Mempersiapkan SDM ( Dokter” spesialis dan Umum orang asli Papua ( OAP ), Membangun rumah sakit standar Internasional khusus untuk dirawat orang asli Papua (OAP), kembali kepada kesadaran masyarakat Papua untuk menghidakan anjuran Pemerintah dan menjaga kesehatan dan keselamatan dirinya serta belajar hidup mandiri pada habitat aslinya yaitu Berkebun dan konsumsi makan makanan lokal di tanah Papua. Dan saya secara pribadi mohon kepada orang asli Papua terutama kepada pemerintah PAPUA selaku mengambil kebijakan dan keputusan untuk mencarikan solusi terbaik demi untuk keselamatan orang asli Papua yang tersisa di Negeri ini agar kita tidak terus-menerus menjadi korban di negeri kita sendiri. Kesimpulan Dari tulisan ini dapat ditarik kesimpulan beberapa poin penting adalah sebagai berikut: Pemerintah Se Tanah Papua baik ke dua provinsi maupun kabupaten kota se- Tanah Papua mempersiapkan SDM ( Dokter spesialis dan Dokter umum khususnya orang Asli Papua ). Membangun rumah sakit standar internasional khusus untuk orang asli Papua berobat. Orang asli Papua meninggal bukan karena, sakit penyakit, bukan karena kelaparan, bukan pula karena kesehatan yang tidak sehat, tetapi orang Papua meninggal karena menjadi beralaskan hanya kerena C:19 pemerintahan dan pelayanan yang sangat buruk terhadap orang asli Papua. Kembali kepada kesadaran masyarakat Papua agar selalu memperhatikan anjuran Pemerintah menjaga kesehatan dan keselamatan dirinya. Belajar untuk kembali kepada habitat aslinya sebagai orang Papua yaitu Berkebun dan konsumsi makan makanan lokal Papua.

Cacatan.

Tulisan dipublikasikan atas perijinan, dari sumber penulis Nopen Degei/ biasa di sebuat uwayina Egeida 3 Juni 2020 SHARE: Klik untuk Press-kan Ini!(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di Uwayina Egeida.

UWAYINA EGEIDA, ANAK KAMPUNG

Diterbitkan oleh Uwayina Egeida

Mengabdi dengan Sepenuh hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: